Mari Mengenal Apa Itu Konsep Creating Shared Value Dalam Bisnis Perusahaan

Banyak dari Anda mungkin sudah akrab dengan istilah Corporate Social Responsibility atau CSR. Hal itu karena CSR merupakan tradisi yang dilakukan oleh perusahaan kecil hingga perusahaan besar. CSR memiliki tujuan untuk memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. Nah, seiring berjalannya waktu, kini muncul sebuah paham baru bernama Creating Shared Value atau dikenal dengan CSV.

Kehadiran CSV saat ini ibarat memberikan tantangan pada paham CSR yang sudah sejak lama digunakan oleh perusahaan. Lalu, apakah CSV itu sebenarnya? Dan apakah CSV lebih bermanfaat untuk masyarakat umum daripada CSR? Nah, untuk mendapatkan jawabannya, Anda dapat simak informasi di bawah ini.

Mengenal Apa Itu CSV

CSV merupakan suatu konsep yang dikembangkan dari konsep terdahulu yakni Corporate Social Responsibility yang sering digunakan di perusahaan. CSV mulai diperkenalkan pada tahun 2006 silam, namun baru pada tahun 2011 dilakukan kajian lanjut oleh Mark Krammer dan Michael Porter. Secara umum, CSR dan CSV mempunyai tujuan sama yakni memberikan pengabdian kepada masyarakat. Namun, dari kedua konsep tersebut terdapat perbedaan dalam hal pendekatan.

Lahirnya konsep bernama CSV ini awalnya karena bisnis dan perusahaan, maka untuk membahas definisinya akan dimulai dengan membahas bisnis itu sendiri. Bisnis konvensional secara umum merupakan bentuk aktivitas ekonomi yang memiliki tujuan untuk mendapatkan untung dan nilai ekonomi yang lain. Pola pikir awam melihat bisnis sebagai orang yang jahat dan menyebabkan masalah sosial demi untung semata.

Sebagai contoh, masyarakat melihat dengan awam bahwa perusahaan penghasil kertas akan membuat hutan menjadi gundul karena kayunya terus-terusan diambil untuk membuat kertas. Atau juga orang awam akan memiliki pikiran jika pabrik-pabrik hanya akan membuat polusi udara di dunia semakin parah. Pemikiran tersebut membuat perusahaan memiliki beban moral untuk memberikan manfaat kepada masyarakat atas kerusakan yang sudah terjadi.

Dari hal tersebutlah tercetus konsep CSR dimana perusahaan akan mengalokasikan sebagian laba untuk kepentingan masyarakat. Namun, konsep CSR tersebut memiliki pola pikir yang jauh berbeda dengan CSV. CSV memandang bisnis bukan sebagai perusak namun menjadi solusi dari suatu masalah. Sederhananya, bisnis tetap mendapat laba, namun CSV memandang isu sosial menjadi suatu peluang bisnis dan ekonomi.

CSV memandang suatu kekuatan ekonomi dari memecahkan masalah dan ilmu sosial yang ada. Intinya, CSV merupakan jalan bagaimana suatu bisnis menjadikan pemecahan masalah isu sosial sebagai inti dari bisnis itu sendiri. Jika konsep CSR memandang isu sosial dan pengabdian merupakan hal sekunder, CSV hadir dengan konsep mendapatkan keuntungan ekonomi dengan mengatasi isu sosial yang ada.

Itulah tadi definisi terkait konsep Creating Shared Value atau CSV dalam bisnis. Dengan informasi di atas dapat dikatakan bawa CSV merupakan konsep menyelesaikan isu dan masalah sosial dengan model bisnis yang menghasilkan laba. Salah satu perusahaan di Indonesia yang menganut konsep ini adalah Nestle. Dapatkan informasi selengkapnya dengan kunjungi nestle.co.id.